Yogyakarta – Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus dilakukan oleh para santri kelas 12 PPTQ Harun Asy-Syafii. Setelah sebelumnya mengikuti berbagai latihan dan try out, kini santri kelas 12 MIPA dan 12 Agama mengikuti kegiatan Gladi Bersih TKA sebagai tahap akhir sebelum pelaksanaan ujian utama dari 5 – 8 Oktober 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar simulasi mengerjakan soal. Gladi bersih menjadi kesempatan bagi para santri untuk merasakan alur pelaksanaan TKA dengan suasana yang lebih mendekati kondisi ujian sebenarnya. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memastikan kesiapan perangkat, jaringan, dan sistem ujian berbasis komputer yang akan digunakan.

Menguji Kesiapan Sebelum Ujian Sebenarnya

Pelaksanaan gladi bersih TKA menjadi bagian penting dalam persiapan karena ujian berbasis komputer membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi. Bukan hanya peserta yang harus siap, tetapi juga perangkat komputer, aplikasi, server, jaringan internet, hingga petugas yang menangani pelaksanaan ujian.

Melalui gladi bersih ini, pihak PPTQ Harun Asy-Syafii dapat melihat apakah seluruh sistem sudah berjalan sebagaimana mestinya. Jika ditemukan kendala teknis, hal tersebut dapat segera diketahui dan diperbaiki sebelum hari pelaksanaan ujian utama.

Dengan demikian, gladi bersih menjadi semacam uji coba terakhir agar pelaksanaan TKA nantinya dapat berlangsung dengan lebih lancar.

Memastikan Komputer dan Jaringan Berjalan Baik

Salah satu fokus dalam kegiatan gladi bersih adalah memastikan kesiapan infrastruktur teknis. Komputer yang digunakan peserta perlu dipastikan dapat menjalankan aplikasi ujian dengan baik.

Begitu pula dengan jaringan internet. Koneksi yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer. Gangguan jaringan yang mungkin terjadi dapat menghambat peserta dalam mengakses maupun mengerjakan soal.

Karena itu, gladi bersih memberikan kesempatan kepada tim proktor dan teknisi untuk melakukan pengecekan secara langsung. Berbagai kemungkinan kendala dapat diantisipasi lebih awal sehingga tidak menjadi masalah ketika ujian resmi berlangsung.

Santri Belajar Memahami Prosedur Ujian

Selain persoalan teknis, gladi bersih juga membantu santri memahami prosedur pelaksanaan TKA.

Bagi peserta, mengikuti ujian berbasis komputer memiliki alur dan aturan yang harus dipahami. Mulai dari masuk ke sistem, mengikuti instruksi, mengerjakan soal, berpindah antarsoal, hingga menyelesaikan dan mengakhiri sesi ujian.

Dengan mengikuti gladi bersih, para santri menjadi lebih familiar dengan tahapan tersebut. Hal ini penting agar ketika mengikuti ujian utama mereka tidak lagi terlalu banyak beradaptasi dengan sistem.

Peserta bisa lebih fokus pada soal yang dihadapi daripada masih bingung dengan cara menggunakan aplikasi atau prosedur pelaksanaan ujian.

Melatih Mental dan Ketenangan Santri

Persiapan menghadapi ujian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Kondisi mental peserta juga memiliki peran penting.

Gladi bersih memberikan pengalaman kepada santri untuk merasakan suasana ujian yang lebih serius. Mereka belajar mengatur waktu, menjaga konsentrasi, mengikuti aturan, serta tetap tenang ketika menemukan soal yang dianggap sulit.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi rasa gugup ketika menghadapi TKA yang sebenarnya. Semakin terbiasa dengan suasana ujian, diharapkan santri dapat mengerjakan soal dengan lebih percaya diri.

Proktor dan Teknisi Ikut Mempersiapkan Diri

Di balik pelaksanaan ujian berbasis komputer, terdapat proktor dan teknisi yang memiliki peran penting. Mereka bertugas memastikan sistem dapat digunakan oleh peserta dan membantu menangani berbagai persoalan teknis yang mungkin muncul.

Gladi bersih menjadi kesempatan bagi tim pelaksana untuk menguji kesiapan mereka. Mulai dari memastikan perangkat dapat digunakan, sistem berjalan, hingga mengantisipasi kemungkinan gangguan selama proses ujian.

Jika terdapat kendala dalam gladi bersih, tim dapat melakukan evaluasi dan mencari solusi sebelum pelaksanaan TKA utama. Dengan begitu, persiapan tidak hanya dilakukan dari sisi peserta, tetapi juga dari sisi penyelenggara.

Bekal Menuju TKA yang Sebenarnya

Bagi santri kelas 12 MIPA dan 12 Agama PPTQ Harun Asy-Syafii, gladi bersih ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan menuju TKA.

Sebelumnya, para santri telah mengikuti Try Out TKA selama satu bulan, mulai 26 September hingga 25 Oktober 2026, sebagai bagian dari pembekalan dan latihan menghadapi tes. Gladi bersih kemudian memberikan pengalaman tambahan, khususnya dalam hal teknis dan prosedur pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Rangkaian persiapan tersebut diharapkan membuat para santri semakin siap, baik dari sisi akademik, teknis, maupun mental.

Pada akhirnya, tujuan dari seluruh persiapan ini bukan sekadar mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga membangun kebiasaan belajar, kedisiplinan, ketenangan, dan rasa percaya diri ketika menghadapi ujian.

Dengan persiapan yang dilakukan secara bertahap, para santri kelas 12 PPTQ Harun Asy-Syafii diharapkan dapat menghadapi Tes Kemampuan Akademik dengan lebih tenang dan percaya diri.

Gladi bersih menjadi langkah terakhir untuk memastikan semuanya siap: peserta siap, perangkat siap, sistem siap, dan mental pun semakin siap menghadapi ujian yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *