Yogyakarta – Menghadapi ujian tentu membutuhkan persiapan yang tidak bisa dilakukan secara mendadak. Hal inilah yang menjadi perhatian PPTQ Harun Asy-Syafii dalam mempersiapkan para santri kelas 12 yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Ustadz Syaiful Rochmat S.Pd MPd dan Santri Kelas XII MIPA

Sebagai bentuk pembekalan sejak dini, para santri kelas 12 MIPA dan 12 Agama mengikuti kegiatan Try Out TKA yang dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, mulai 26 September hingga 25 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pesantren dan madrasah untuk memberikan pengalaman kepada santri mengenai gambaran pelaksanaan TKA yang sebenarnya. Dengan mengikuti try out secara bertahap, para santri diharapkan tidak hanya semakin siap secara akademik, tetapi juga lebih terbiasa menghadapi suasana dan pola soal yang akan mereka temui nantinya.

Membiasakan Diri Menghadapi TKA

Bagi santri kelas 12, persiapan menuju kelulusan dan jenjang pendidikan berikutnya tentu menjadi perhatian tersendiri. TKA menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan dengan serius, sehingga latihan dan pembiasaan sejak jauh-jauh hari menjadi langkah yang penting.

Melalui Try Out TKA, para santri mendapatkan kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka. Dari hasil latihan tersebut, santri dapat melihat materi mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih perlu dipelajari kembali.

Kegiatan ini juga membantu santri mengenali pola pengerjaan soal dan mengatur waktu ketika mengerjakan setiap bagian. Dengan begitu, mereka tidak hanya belajar materi, tetapi juga belajar mengelola waktu dan konsentrasi selama mengerjakan tes.

Diikuti Santri Kelas 12 MIPA dan 12 Agama

Try Out TKA di PPTQ Harun Asy-Syafii diikuti oleh santri kelas 12 MIPA dan kelas 12 Agama. Kedua kelompok santri tersebut mendapatkan kesempatan untuk berlatih dan mempersiapkan diri sesuai dengan kebutuhan akademik masing-masing.

Pelaksanaan yang berlangsung selama satu bulan memberikan ruang bagi santri untuk melakukan persiapan secara bertahap. Mereka tidak hanya menghadapi try out sebagai sebuah ujian, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari proses belajar.

Bagi para santri, pengalaman mengerjakan soal dalam suasana seperti tes dapat membantu mengurangi rasa canggung ketika nantinya mengikuti TKA yang sebenarnya.

Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Try out tentunya tidak hanya soal mendapatkan nilai tinggi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi bagi santri maupun pendidik.

Hasil dari latihan dapat menjadi bahan untuk mengetahui perkembangan kemampuan santri. Santri pun dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi pribadi untuk menentukan materi yang masih perlu diperkuat.

Misalnya, ketika menemukan soal yang dirasa sulit, santri dapat mencatatnya dan kembali mempelajari materi yang berkaitan. Dengan cara seperti ini, try out menjadi bagian dari proses belajar, bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan angka.

Hal tersebut juga melatih santri agar terbiasa menghadapi kesalahan dan menjadikannya sebagai bahan perbaikan. Semakin sering berlatih dan melakukan evaluasi, diharapkan semakin matang pula persiapan mereka menghadapi tes yang sebenarnya.

Persiapan Menghadapi Jenjang Berikutnya

Bagi santri kelas 12, masa akhir pendidikan di madrasah juga menjadi masa untuk mulai mempersiapkan langkah berikutnya. Sebagian santri mungkin akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara yang lain memiliki rencana berbeda sesuai dengan cita-cita dan pilihannya.

Karena itu, persiapan akademik menjadi salah satu bekal penting. Try Out TKA menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar santri lebih siap menghadapi tahapan yang ada di depan mereka.

Selain kemampuan akademik, santri juga perlu membangun kebiasaan belajar yang teratur, disiplin dalam mengerjakan tugas, mampu mengatur waktu, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi soal yang sulit.

Belajar Lebih Awal, Lebih Siap Menghadapi Ujian

Pelaksanaan Try Out TKA selama 26 September sampai 25 Oktober 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pembiasaan yang cukup bagi santri kelas 12 MIPA dan 12 Agama.

Persiapan sejak dini diharapkan membuat santri memiliki waktu yang lebih panjang untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan masing-masing. Dengan demikian, ketika tiba waktunya mengikuti TKA yang sebenarnya, para santri sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai bentuk latihan dan evaluasi.

PPTQ Harun Asy-Syafii terus berupaya memberikan pendampingan kepada santri agar mereka tidak hanya siap menghadapi ujian, tetapi juga memiliki bekal untuk melanjutkan perjalanan pendidikan setelah menyelesaikan masa belajar di madrasah.

Bagi para santri kelas 12, Try Out TKA ini menjadi salah satu langkah kecil menuju persiapan yang lebih besar. Belajar, berlatih, mengevaluasi, lalu memperbaiki diri menjadi proses yang diharapkan terus dilakukan hingga pelaksanaan TKA yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *