Sinergi Pondok dan Madrasah dalam Mencetak Generasi Unggul

Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) Harun Asy Syafii menggelar agenda sosialisasi pembentukan Komite Madrasah sebagai wadah strategis dalam menyelaraskan visi pendidikan lembaga dan harapan orang tua santri. Dalam sambutannya, Mudir PPTQ Harun Asy Syafii menekankan pentingnya kesatuan yang utuh antara pondok pesantren dan madrasah. Keduanya merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dalam Membangun Madrasah Qur ani yang Unggul Berakhlaq mulia dan Berprestasi.

Pengasuh Pondok Ulin Nuha, M.S.I. Al-Hafidz tengah memberikan arahan

Perjalanan lembaga pendidikan ini mencatatkan sejarah transformasi yang bermakna. Berawal dari penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, lembaga secara bertahap berkembang pesat hingga resmi berdiri sebagai satuan pendidikan madrasah formal. Transformasi ini menjadi bukti komitmen PPTQ Harun Asy Syafii dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan memberikan layanan terbaik bagi para santri.

Kolaborasi 3 Pilar Pendidikan demi Visi Bersama

Kepala Madrasah PPTQ Harun Asy Syafii Ustadz Suratno, B.I.S, M.Pd mendasari pemaparannya dengan menegaskan bahwa sistem pendidikan yang kuat tidak dapat berdiri sendiri. Pendidikan yang kokoh membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang harmonis dari tiga pilar utama (Tri Pusat Pendidikan), yaitu lingkungan madrasah, peran aktif orang tua, dan dukungan masyarakat.

Kepala Madrasah Ustadz Suratno, B.I.S, M.Pd. mengharapkan Sinergi dalam membangun Madrasah Qurani yang Unggul

Kehadiran Komite Madrasah diproyeksikan sebagai jembatan komunikasi yang efektif untuk menyelaraskan ekspektasi serta harapan wali santri dengan visi, misi, dan program kerja strategis madrasah. Melalui wadah ini, keterlibatan orang tua diharapkan dapat terarah secara konstruktif demi kemajuan belajar dan pembentukan karakter para santri.

Dalam pertemuan ini Bapak La Kari Sabda Jaya, Bapak Saefuddin Aziz, Bapak Dody Haryo Sriwidodo dan Bapak Wanto memberikan banyak masukan berharga untuk kemajuan Madrasah.

Aspirasi dan Masukan Strategis Wali Santri

Pertemuan sosialisasi ini juga menjadi ajang dialog interaktif. Para perwakilan wali santri menyampaikan berbagai ide, masukan, dan aspirasi untuk kemajuan madrasah ke depan:

  • Keterbukaan Informasi: Wali santri mengharapkan adanya transparansi dan alur komunikasi yang rinci serta berkala mengenai perkembangan akademik, tahfizh, maupun pembiasaan sikap santri selama di pondok.
  • Penguatan Praktik & Life Skill: Diusulkan adanya porsi praktik yang lebih dominan dalam pembelajaran agama dan pembekalan life skill (kecakapan hidup). Selain itu, penguatan kegiatan ekstrakurikuler dinilai sangat penting untuk melatih mental, kepemimpinan, dan kemandirian santri.
  • Pendekatan Disiplin Positif: Para wali santri mengusulkan agar skema penanganan pelanggaran atau punishment dapat bertransformasi ke arah pendekatan positif (edukatif). Bentuk penanganan diarahkan pada pembinaan konstruktif yang tetap menghargai martabat santri serta memotivasi mereka untuk berbenah.

Tindak Lanjut dan Komitmen Bersama

Merespons berbagai masukan tersebut, Kepala Madrasah menyambut baik aspirasi wali santri dan merencanakan langkah konkret, salah satunya penyusunan kesepakatan (MoU) terkait pengembangan dan pencapaian prestasi santri.

Sebagai langkah lanjutan, pihak madrasah akan segera memproses pembentukan struktur pengurus inti Komite Madrasah. Pembentukan kepengurusan ini dirangkaikan dengan agenda ramah tamah yang dijadwalkan berlangsung pada momen penjengukan santri di awal bulan mendatang. Mudir Pesantren secara penuh memberikan dukungan atas pembentukan Komite Madrasah ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan mutu pendidikan di PPTQ Harun Asy Syafii.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *