Rabu, 26 Agustus 2026 — Santri PPTQ Harun Asy-Syafii melaksanakan kegiatan rihlah ke kawasan wisata air di Klaten, yaitu Umbul Cokro dan Umbul Nilo. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para santri untuk sejenak menikmati suasana alam sekaligus mempererat ukhuwah dan kebersamaan antarsantri.

Rihlah bukan sekadar kegiatan rekreasi. Bagi santri, kegiatan di luar lingkungan pondok dapat menjadi sarana penyegaran setelah menjalani rutinitas belajar, menghafal Al-Qur’an, dan berbagai aktivitas kepesantrenan.

Menikmati Kesegaran Umbul Cokro

Rangkaian rihlah diawali dengan kunjungan ke Umbul Cokro dan Umbul Cokro, kawasan sumber mata air yang dikenal dengan airnya yang jernih dan suasana alam yang asri.

Para santri dapat menikmati waktu bersama dengan berbagai aktivitas rekreatif di sekitar kawasan umbul. Suasana yang berbeda dari lingkungan pondok memberikan kesempatan bagi santri untuk bersantai, bercengkerama, dan menikmati kebersamaan.

Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan antarsantri. Kebersamaan yang terjalin di luar kegiatan belajar dapat memperkuat rasa persaudaraan dan kekompakan.

Perjalanan bersama menjadi bagian yang tidak kalah berkesan. Santri dapat menikmati suasana perjalanan, berbagi cerita, dan menciptakan pengalaman bersama yang nantinya menjadi kenangan selama menempuh pendidikan di PPTQ Harun Asy-Syafii.

Kegiatan rihlah juga memberikan ruang bagi santri untuk belajar menjaga kebersihan, kedisiplinan, ketertiban, serta tanggung jawab ketika berada di tempat umum.

Rihlah sebagai Penyegaran bagi Santri

Rutinitas santri di pondok pesantren membutuhkan keseimbangan antara kegiatan belajar dan waktu penyegaran. Karena itu, rihlah dapat menjadi salah satu bentuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi kondisi fisik dan suasana hati santri.

Setelah kembali ke pondok, diharapkan para santri dapat menjalani kembali aktivitas pembelajaran, dan kegiatan kepesantrenan dengan semangat yang lebih baik.

Bagi PPTQ Harun Asy-Syafii, kegiatan rihlah ini bukan hanya tentang berwisata, tetapi juga tentang membangun ukhuwah, kebersamaan, kedisiplinan, dan pengalaman positif bagi para santri.

Rabu, 26 Agustus 2026 pun menjadi salah satu hari yang meninggalkan cerita tersendiri bagi para santri PPTQ Harun Asy-Syafii melalui perjalanan bersama ke Umbul Cokro dan Nilo, Klaten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *