Kementerian Agama Republik Indonesia terus berinovasi dalam penguatan pendidikan karakter melalui peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang menekankan penanaman nilai cinta, empati, dan toleransi dalam pendidikan keagamaan. Kurikulum ini tidak menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan melengkapi dan memperkaya proses pembelajaran dengan fokus pada pembentukan karakter humanis peserta didik.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ibu Hj. Elfa Tsuroyya, S.Ag., M.Pd.I., M.Pd, dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Kamis, 08 Januari 2026, bertempat di Madrasah PPTQ Harun Asy Syafii. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh asatidz, kepala sekolah, serta Mudir PPTQ Harun Asy Syafii, KH. Moh. Ulin Nuha, M.S.I.

Dalam pemaparannya, Ibu Elfa Tsuroyya menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dirancang untuk menanamkan nilai-nilai universal yang bersumber dari ajaran agama, namun dikemas secara kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman. Tujuan utamanya adalah menciptakan generasi yang toleran, inklusif, berkepribadian kuat, serta berakhlak mulia, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
